<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SharinG ILmU &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.nankvierra.web.id/category/artikel-pembangun-jiwahati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nankvierra.web.id</link>
	<description>ILmu yang bermanfaat Adalah ILmu yang bermanfaat bagi Orang Lain</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 May 2010 13:37:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rahasia Kecerdasan Orang Yahudi : &#8220;Mengapa Yahudi Pintar?&#8221;</title>
		<link>http://www.nankvierra.web.id/view-full-compact-haminati-sharikha-amy-dhs-notes-notes-about-haminati-sharikha-amy-dh-rahasia-kecerdasan-orang-yahudi-mengapa-yahudi-pintar.html</link>
		<comments>http://www.nankvierra.web.id/view-full-compact-haminati-sharikha-amy-dhs-notes-notes-about-haminati-sharikha-amy-dh-rahasia-kecerdasan-orang-yahudi-mengapa-yahudi-pintar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanangsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nankvierra.web.id/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, &#8220;Mengapa Yahudi Pintar?&#8221;

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, &#8220;Mengapa Yahudi Pintar?&#8221;<br />
<img onclick="grin(':m_baca:');" src="../wp-includes/images/smilies/m_baca.gif" alt=":m_baca:" /><span id="more-112"></span><br />
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?</p>
<p>Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.</p>
<p>Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.</p>
<p>Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.</p>
<p>Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”</p>
<p>Dia menjawab, &#8220;Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.&#8221;</p>
<p>Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.</p>
<p>Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.</p>
<p>Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.</p>
<p>Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.</p>
<p>Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”<br />
ungkapnya.</p>
<p>Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.</p>
<p>Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.<br />
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.</p>
<p>Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.</p>
<p>Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.</p>
<p>Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).</p>
<p>Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.<br />
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.</p>
<p>Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.</p>
<p>Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.</p>
<p>Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!!!” katanya.</p>
<p>Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.<br />
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.</p>
<p>Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.<br />
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.<br />
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!</p>
<p>Anda terperanjat?</p>
<p>Itulah kenyataannya.</p>
<p>Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?</p>
<p>Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.</p>
<p>Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.</p>
<p>Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.</p>
<p>Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. &#8220;Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?&#8221; demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.</p>
<p>Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.<br />
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.</p>
<p>Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.</p>
<p>Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.</p>
<p>Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.<br />
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.</p>
<p>Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!</p>
<p>“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?</p>
<p>Sabili</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nankvierra.web.id/view-full-compact-haminati-sharikha-amy-dhs-notes-notes-about-haminati-sharikha-amy-dh-rahasia-kecerdasan-orang-yahudi-mengapa-yahudi-pintar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEJAUH MANA PENGGUNAAN AKAL DALAM ISLAM?</title>
		<link>http://www.nankvierra.web.id/65.html</link>
		<comments>http://www.nankvierra.web.id/65.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 23:40:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanangsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nankviera.wordpress.com/2009/10/04/65/</guid>
		<description><![CDATA[Ini salah satu bahasan yang sangat menarik bagi aku. Berkali-kali  bertemu dengan “Ulil Abshar Abdala cs” bukan hanya satu-dua kali tetep  kekeuh dengan tema “obrolan” ini, meski belum pernah bertemu dengan  beliau langsung. Hehehe&#8230; tapi damai ya temen-temenku yang ceesnya  beliau. Kan kita udah transparan, kamu dengan jalanmu, aku dengan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini salah satu bahasan yang sangat menarik bagi aku. Berkali-kali  bertemu dengan “Ulil Abshar Abdala cs” bukan hanya satu-dua kali tetep  kekeuh dengan tema “obrolan” ini, meski belum pernah bertemu dengan  beliau langsung. Hehehe&#8230; tapi damai ya temen-temenku yang ceesnya  beliau. Kan kita udah transparan, kamu dengan jalanmu, aku dengan  jalanku (kalo mungkin di anta<img class="alignleft" onclick="grin(':m_baca:');" src="../wp-includes/images/smilies/m_baca.gif" alt=":m_baca:" width="45" height="45" />ra kalian ada yang baca ini, maaf, sengaja  ga tak tag, ini tulisan untuk orang-orang di lingkaranku kok, bukan di  lingkaran kalian. ;)).</p>
<p>Memang obrolan ini milik semua kalangan,ga cuma Musdah Mulia yg asyik ngobrolin ini.<span id="more-65"></span></p>
<p>Kita tahu, bukan salah, bahkan kewajiban manusia untuk menggunakan akal  dalam menjalani kehidupan di dunia. Akal selalu berhubungan dengan ilmu.</p>
<p>“&#8230; niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat&#8230;.”</p>
<p>Secara etimologi, akal berasal dari bahasa Arab “aql” yang berarti  kecerdasan, hati, sesuatu yang membedakan manusia dengan hewan.</p>
<p>Al Qur’an menyerukan kepada manusia agar akal digunakan secara benar  dan berpegang pada tujuan-tujuannya dan berada pada garis lurus.</p>
<p>Persoalannya, apakah akal dapat membuka pintu masalah-masalah di luar jangkauannya?</p>
<p>Kalau merunut isi al Qur&#8217;an, kebanyakan orang memang lebih cenderung  mendewakan akal. sebagai contoh tentang ketidakpercayaan orang kafir  zaman dahulu tentang hidup sesudah mati, kemudian dijelaskan juga bahwa  manusia itu suka membantah.</p>
<p>”…dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (QS. Al-Kahfi : 54)</p>
<p>Coba kamu berikan hikmah pertanyaan sbb:</p>
<p>Kalau orang pas solat kentut apa yang ia sucikan?</p>
<p>Kenapa Islam malah mengajarkan wudhu?</p>
<p>Mengapa tidak (maaf) pantatnya saja yang disucikan?</p>
<p>atau..</p>
<p>Mengapa seseorang yang menikah bisa menghasilkan keturunan yang bernyawa?</p>
<p>Padahal kan cuma pertemuan sel sperma dengan ovum?</p>
<p>Kok bisa jadi makhluk hidup??</p>
<p>“Dan mereka ber-tanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,’Roh itu  termasuk urusan Tu-han-ku, dan tidaklah kalian diberi pe-ngetahuan  melainkan sedikit.” (QS. Al-Isra’: 85).</p>
<p>ini menunjukkan kalau akal manusia itu terbatas.</p>
<p>jadi semua masalah tidak bisa hanya dipecahkan dengan akal.</p>
<p>Secara intuitif -(halah bahasa apa ini? Ketinggian ga? Ga kan? Kan yang  baca orang-orang pinter. Hohoho&#8230;)- akal adalah makhluk yang terbatas.  Bagaimanapun kehebatan dan kesempurnaan akal, namun tetap saja jarak  antara yang wujud dan ‘adam adalah jarak yang tidak dapat digambarkan  oleh manusia.</p>
<p>Sekali lagi saya tegaskan, kewajiban kita untuk menggunakan akal, tapi  dengan batasan-batasannya yang memang terbatas. Boleh kita mencari tahu  tentang apapun dalam kehidupan ini, missal kenapa madu sangat  bermanfaat? Kenapa tidak ada kehidupan manusia di luar bumi? Dan lain  sebagainya.</p>
<p>“&#8230; sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti” (QS. Ar-Ra’d : 4)</p>
<p>Jadi kita memang diperintahkan untuk berpikir. (lagi-lagi dengan batasan)</p>
<p>Jangan sampai kita menjadi seperti kaum kafirin yang mengingkari  peristiwa Isra’ Mi’raj. Atau orang-orang Jahiliah yang tidak  mempercayai adanya kehidupan setelah mati. Jangan sampai akal  memperbudak kita, menjerumuskan kita pada lembah nista.</p>
<p>Kasus “pengakalan” yang cukup populer yang diusung oleh teman-teman  saya di JIL adalah kasus penghalalan homoseks, tidak wajibnya shalat  lima waktu, tidak wajibnya berjilbab, dan lain sebagainya, saking  banyaknya fatwa-fatwa nyeleneh mereka mpe aku ga hapal. Hehehhe&#8230;</p>
<p>Kesimpulannya, akal hidup dalam berbagai persepsi, persepsi kadang  memberi pengaruh buruk kepada akal. Sehingga menyimpang dari kebenaran,  condong kepada kesalahan, dan mengarah pada kebatilan.</p>
<p>Akhirnya dalam dakwah semua kembali pada Allah, karena Allah-lah  pemilik hidayatul taufik sedang kita manusia hanyalah hidayatul irsyad  (perantara).</p>
<p>Maaf jika tulisan ini ga sempurna karena aku memang bukan makhluk  sempurna, tepatnya makhluk yang ga sempurna dengan segala macam  keacakadutannya. Hwkwkwkwk&#8230;</p>
<p>wallahu a&#8217;lam..</p>
<p>(berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nankvierra.web.id/65.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Penting dari orang “Tidak penting”</title>
		<link>http://www.nankvierra.web.id/pelajaran-penting-dari-orang-tidak-penting.html</link>
		<comments>http://www.nankvierra.web.id/pelajaran-penting-dari-orang-tidak-penting.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 23:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nankviera</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nankviera.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kita hidup didunia ini ga sendirian. Banyak banget orang-orang di  sekitar kita yang luput dari perhatian kita. aku mencoba membuka mata,  belajar dari mereka. Subhanallah, banyak pelajaran penting yang aku  dapat. Kali ini aku hanya sekedar berbagi.

Daya juang ibu tukang bubur sumsum yang tiap sore menjajakan  dagangannya di depan kosku. Demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita hidup didunia ini ga sendirian. Banyak banget orang-orang di  sekitar kita yang luput dari perhatian kita. aku mencoba membuka mata,  belajar dari mereka. Subhanallah, banyak pelajaran penting yang aku  dapat. Kali ini aku hanya sekedar berbagi.<br />
<img class="alignleft" src="http://nankviera.files.wordpress.com/2009/10/lilin.jpg" alt="" width="250" height="179" /><br />
Daya juang ibu tukang bubur sumsum yang tiap sore menjajakan  dagangannya di depan kosku. Demi membiayai hidup bersama anak-anaknya.  Melangkah belasan kilo dengan beban bakul dipunggungnya.</p>
<p>Keikhlasan ibu tukang pecel atas ujian Allah, keteguhan hatinya  membesarkan anaknya tanpa sang suami, dan kesetiaannya tetap mencintai  suami meski tak seperti yang diharapkannya.<br />
<span id="more-58"></span><br />
Kepercayaan diri bapak penjual helm yang tubuhnya tak sempurna lagi, bahkan tampak mengerikan.</p>
<p>Ketulusan bapak tukang parkir di depan kampus mengembalikan dompetku,  padahal kalau mau dia bisa dengan mudah mengambil semuanya, atau paling  tidak “memerasku”.</p>
<p>Ketidakputusasaan abang becak mengayuh alat penghasil uangnya ditengah hiruk pikuk kendaraan modern.</p>
<p>Senyuman manis para petugas SPBU, yang rela bekerja tanpa masker diantara bau BBM yang menyengat.</p>
<p>Keperkasaan ibu tua pengendara motor tua .  secara tak langsung beliau mengajariku untuk jadi perkasa, seperkasa  beliau.</p>
<p>Keteguhan hati ibu pemulung, mengais sampah dengan wajah selalu berbalut senyum. Subhanallah, betapa kuatnya.</p>
<p>Tawa ceria anak-anak di perkampungan kumuh pelabuhan Tanjung Mas. Yang  memegang teguh tekad mereka di usia dini. Semangat menyala mereka  membakar semangatku yang sering meredup.</p>
<p>Perhatian nenek tua dan anak-anak di masjid untuk berbagi ditengah keterbatasan pada orang “asing”.</p>
<p>Langkah kecil kaki-kaki mungil adik-adik TPQ yang tak pernah surut  walau sering kami kecewakan atas ketidakhadiran kami. Dan begitu tulus  penyambutan mereka jika salah satu dari kami hadir.</p>
<p>Dan masih banyak lagi.</p>
<p>Subhanallah.. betapa selama ini aku hanya melihat mereka semua dengan  sebelah mata. Betapa sombong diri ini. Maafkan aku ya Allah&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://nankviera.files.wordpress.com/2009/10/doaku.jpg" alt="" width="262" height="196" /></p>
<p style="text-align:center;">Terimakasih atas semua pelajaran penting ini.</p>
<p style="text-align:center;">Aku janji, aku akan lebih peka lagi. Satu senyum sangat berharga untuk saudara kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nankvierra.web.id/pelajaran-penting-dari-orang-tidak-penting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena Akhwat melamar Ikhwan ^^</title>
		<link>http://www.nankvierra.web.id/fenomena-akhwat-melamar-ikhwan.html</link>
		<comments>http://www.nankvierra.web.id/fenomena-akhwat-melamar-ikhwan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 05:41:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanangsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nankviera.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[“Tiada kehinaan bagi yang memulai kebaikan. Laki-laki maupun perempuan punya hak yang sama dalam hal melamar.”

Selama ini dipopulerkan teori bahwa laki-lakilah yang berada dalam  posisi aktif dalam hal melamar, sementara perempuan dalam posisi pasif  atau menunggu lamaran. Tapi kenyataannya tidak bisa dipukul rata,  karena banyak juga laki-laki yang pemalu berat. Hatinya perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>“Tiada kehinaan bagi yang memulai kebaikan. Laki-laki maupun perempuan punya hak yang sama dalam hal melamar.”</div>
<p><img class="alignleft" title="ikhwan.akhwat" src="http://nankviera.files.wordpress.com/2009/09/8927_103456156332167_100000033499667_97997_1229614_n.jpg" alt="" width="184" height="155" /></p>
<p align="justify">Selama ini dipopulerkan teori bahwa laki-lakilah yang berada dalam  posisi aktif dalam hal melamar, sementara perempuan dalam posisi pasif  atau menunggu lamaran. Tapi kenyataannya tidak bisa dipukul rata,  karena banyak juga laki-laki yang pemalu berat. Hatinya perlu diketuk  agar sadar bahwa sesungguhnya ada yang sedang mendamba cintanya.<img onclick="grin(':kagum:');" src="../wp-includes/images/smilies/kagum.gif" alt=":kagum:" /></p>
<p align="justify">Pada kondisi tertentu sejumlah pria sibuk dengan agenda karier,  jihad, dakwah, pendidikan, dan lainnya. Ambilah contoh pria yang larut  menuntut ilmu hingga sampai ke puncak teringgi dunia akademis. Sayang  seribu kali sayang, dia lupa mengurus masa depan cinta. Pria yang  begini neh akrab dengan sebutan PKI ( Perjaka Korban Ilmu) <em>~hehe..  jangan padhe marah yaa ikhwani~</em></p>
<p><span id="more-45"></span></p>
<p align="justify">Perbedaan status, juga merupakan salah satu faktor yang membuat  laki-laki segan pada gadis yang lebih terhormat.Muhammad SAW adalah  pegawai yang memasarkan dagangan Khadijah. Ada perbedaan status yang  jelas, sehingga wajar kiranya sinyal itu selayaknya datang dari  Khadijah.</p>
<p align="justify">Faktor-faktor budaya juga amat mempengaruhi. Santri miskin dari  kalangan rakyat jelataakan berat mengutarakan niat suci terlebih dahulu  pada putri kyai yang amat disegani.</p>
<p align="justify">Pria dilahirkan untuk menaklukkan dunia, sedang wanita tercipta  untuk menaklukkan hati laki-laki. Dengan rumus ini bisa dimaklumi bila  sebagian pria terlupa agenda nikah demi perjuangan idealismenya. Bagi  mereka, kebanggaan tertinggi saat melakukan hal yang hebat bagi dunia.  Sementara wanita bisa memenang laki-laki idamannya merupakan anigrah  terindahnya.</p>
<p align="justify">Wanita yang menyatakan cinta pada pria shaleh untuk menikah di jalan  Allah, bukanlah perbuatan yang tercela. Ini lebih baik daripada harapan  itu disimpan. Yang hanya membikin sakit karena harapan yang tidak jelas.</p>
<p align="justify">Menyampaikannya hanya butuh waktu semenit dua menit. Tapi untuk  mengungkapkan rahasia hati luar biasa beratnya, sangat dibutuhkan  kekuatan lahir batin. Asalkan sudah selesai disampaikan, maka  berton-ton beban di hati hilang melayang. Selanjutnya tinggal  menguatkan mental untuk menerima segala hasil dari buah usaha Qta.</p>
<p align="justify">Apapun hasilnya, perempuan itu akan memperoleh kepastian hitam atau  putih. Hidupnya tidak lagi dirajam gelisah tanpa arah. Jika di terima  Alhamdulillah, maka bersemilah bunga cinta di pernikahan yang halal.  Bila belum mendapat sambutan terbuka, maka jangan patah hati.  Ucapkanlah Allahu akbar!!! penolakan menambah kedewasaan jiwa menerima  kenyataan hidup. Dan insya Allah akan datang jodoh yang lebih baik.</p>
<p align="justify">Sebenarnya tak ada aib yang patut dikhawatirkan. Syaratnya, proposal  menikah disampaikan pada laki-laki sholeh. Jika dia pria baik, maka  akan menerima dengan baik atau menolak dengan baik pula. Sehingga,  harkat dan martabat perempuan tetap terpelihara.</p>
<p align="justify">Pilihannya lumayan unik: *pertama, menyampaikan isi hati sekaligus  menguatkan mental untuk siap menghadapi resiko singkat. *Kedua,  memendam dan menderita batin berkepanjangan hingga menjadi sesal tiada  akhir.</p>
<p align="justify">Maka, keberanian menjadi sangat penting demi mendapatkan posisi  kepastian. Khadijah adalah salah satu dari sedikit perempuan yang punya  nyali meminang pria. Keberanian itu muncul dan kuat setelah berakar  pada keyakinan.</p>
<p align="justify">Sebenarnya masih banyak proposal cinta yang datang dari pihak  perempuan. Termasuk didalamnya menawarkan puteri atau saudara perempuan  pada pria yang sholeh. Sikap proaktif tersebut merupakan langkah  terpuji dan bertanggung jawab terhadap keturunan.</p>
<p align="justify">Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya mengumpulkan pada satu bab  khusus hadits mengenai orangtua yang menawarkan puterinya agar dinikahi  laki-laki sholeh. Seorang wali diperbolehkan bahkan disunahkan  melakukan hal demikian. Bahkan ada satu bab yang mencantumkan  wanita-wanita yang minta dinikahi oleh laki-laki sholeh.</p>
<p align="justify">Kalau orangnya berkualitas, mengapa tidak proaktif mengutarakan  kejujuran hati. Jika berat menyatakan secara langsung, bisa lewat  perantara ; orang yang lebih tua, saudara, sahabat dan lain-lain. Bisa  pula minta bantuan ayah-bunda, teman setia, atau orang terpercaya  lainnya. Bisa juga melalui perantara; sepucuk surat, telepon langsung  ke dia, atau dgn cara lain. Jika bernyali, silakan menyampaikan  sendiri. Berani mencoba?</p>
<p align="center">Sumber: Di sini</p>
<p align="justify"><strong>Bolehkah Akhwat Melamar Ikhwan?</strong></p>
<p align="justify">Tsabit al Bunnani berkata, “Aku berada di sisi Anas, dan di  sebelahnya ada anak perempuannya. Anas berkata, “Seorang wanita datang  kepada Rasulullah SAW. Menawarkan dirinya seraya berkata, “Wahai  Rasulullah apakah engkau berhasrat kepadaku? (dan di dalam satu  riwayat(1), wanita itu berkata, “wahai Rasulullah, aku datang hendak  memberikan diriku padamu). Maka putri Anas berkata, “Betapa sedikitnya  perasaan malunya, idih… idiih”. Anas berkata, “Dia lebih baik dari pada  engkau, dia menginginkan Nabi SAW. Lalu menawarkan dirinya kepada  beliau. (HR Bukhari)(2)</p>
<p>Bukhari membuat hadits ini di dalam bab “wanita menawarkan dirinya  kepada laki-laki yang saleh”. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Diantara  kejelian Bukhari ialah bahwa ketika beliau mengetahui keistimewaan  wanita yang menghibahkan dirinya kepada laki-laki tanpa mahar, maka ia  meng-istimbat hukum dari hadits ini mengenai sesuatu yang tidak khusus,  yaitu diperbolehkan baginya berbuat begitu. Dan jika si laki-laki  menyukainya, maka bolehlah ia mengawininya” .(3)</p>
<p>Dan Ibnu Daqiqil ‘Id berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil yang  menunjukkan diperbolehkan wanita menawarkan dirinya kepada orang yang  diharapkan berkahnya” .(4)</p>
<p>Di dalam syarahnya, Ibnu Hajar menambahkan penjelasan terhadap cara  peminangan ini, katanya, “Dan di dalam hadits ini terdapat beberapa  faedah antara lain bahwa orang yang ingin kawin dengan orang yang lebih  tinggi kedudukannya itu tidak tercela, karena mungkin saja keinginan  tersebut akan mendapatkan sambutan yang positif, kecuali jika menurut  adat yang berlaku yang demikian itu pasti ditolak, seperti seorang  rakyat jelata hendak meminang putri raja atau saudara perempuannya. Dan  seorang wanita yang menginginkan kawin dengan laki-laki yang lebih  tinggi kedudukannya dari pada dirinya juga tidak tercela, lebih-lebih  jika dengan tujuan yang benar dan maksud yang baik, mungkin karena  kelebihan agama laki-laki yang hendak dilamar, atau karena suatu  keinginan yang apabila didiamkan saja akan menyebabkannya terjatuh ke  dalam hal-hal yang terlarang” .(5)</p>
<p>Sebuah cerita bagus dikemukakan oleh salah seorang teman dari Al  Jazair, bahwa ketika ia berkunjung ke Mauritania, ada seorang wanita  yang datang kepadanya menawarkan diri untuk kawin dengannya. Ketika dia  merasa terkejut dan heran, maka wanita itu bertanya, “Apakah aku  mengajak anda untuk berbuat yang haram? Aku hanya mengajak anda untuk  kawin sesuai dengan sunnah Allah dan RasulNya…”. Maka berangkatlah kami  ke qadhi (pengadilan), dan terjadilah akad nikah dengan dihadiri dua  orang saksi.</p>
<p>1) Al Bukhari. Kitab An Nikah, bab an nazhar ilal marah qablat tazwij</p>
<p>2) Al Bukhari. Kitab An Nikah, bab ‘ardhul mar’ah nafsaha ‘alar rajulish saleh</p>
<p>3) Fathul Bari</p>
<p>4) ‘Umdatul Ahkam</p>
<p>5) Fathul Bari</p>
<p align="center">
<p>(isi tulisan ini berasal dari buku “Kebebasan Wanita”, jilid ke 3,  karya Abdul Halim Abu Syuqqah, terbitan Gema Insani Press, 1999,  Jakarta)</p>
<p>Sumber: Di sini</p>
<p align="justify"><strong>Dilamar Akhwat</strong></p>
<p>Usaha mencari jodoh memang harus dilakukan sampai akhirnya bertemu  dengan pendamping hidup yang tepat. Kalau urusan Ikhwan gagal lagi,  maju lagi itu biasa. Biasanya aku akan mengatakan –Anda belum beruntung  coba lagi– dan ditambah embel-embel bahwa Allah masih menyimpan  pasangannya hingga waktunya tiba pasti Allah akan menunjukkan jalan  menjemput sang bidadari.</p>
<p align="justify">Namun ada hal yang bergeser pola mencari pasangan hidup saat ini  yang menurut salah satu temanku yang aktifis, yang ganteng dan yang  sudah “mapan” tapi masih sendirian bahwa kondisi ini disebut era  “reformasi” mencari pasangan hidup. Di mana menurut temanku itu  akhwat-akhwat sekarang lebih berani dan lebih “agresif” menyatakan  keinginannya untuk mencari pasangan hidup. Masih menurut dia bahwa  seolah-olah ada gelombang SOS di kepala para akhwat lajangers itu bahwa  mereka membutuhkan suami.</p>
<p align="justify">“Padahal para akhwat tersebut bukan dalam kategori usia rawan,  maksudnya di atas 30 tahun. Bukan pula sudah selesai kuliah, atau ada  kondisi yang sangat darurat sekali sehingga ia dengan berani menebar  tawaran ke sana ke mari,” jelasnya lagi dan aku hanya mangut-mangut  saja mendengar penjelasannya</p>
<p align="justify">Tentu saja saya tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat dia, namun  kembali aku merenung saat ia mengutarakan bahwa ia dan beberapa ikhwan  dilamar akhwat dengan berbagai cara. Mulai dari surat kaleng yang  isinya mempertanyakan usia si Ikhwan yang sudah matang kok masih asyik  menjomblo. Belum lagi via sms yang secara langsung menawarkan diri  kepada Ikhwan tersebut. Atau melalui orang ketiga menanyakan kesiapan  si Ikhwan.</p>
<p align="justify">“Memang tidak ada salahnya jika perempuan menawarkan dirinya  terlebih dahulu kepada seorang pria untuk dijadikan istri. Kisah  Khadijah dan Rasululullah sering kali dijadikan sebagai rujukan. Namun  seringkali si Akhwat tidak siap terhadap reaksi yang tidak diharapkan  akibat terlebih dahulu ‘menembak’ calon suami,” tambahnya lagi.</p>
<p align="justify">“Nggak siap ditolak gimana?” tanyaku</p>
<p align="justify">“Si akhwat tidak terima karena katanya ia telah mengmpulkan energi untuk berani melamar saya,” ujarnya muram.</p>
<p align="justify">“Ah, itu kan kasus saja dan buka kejadian umum,” belaku dan  melanjutkan. “Afwan akhi antum sendiri belum menikah dan menolak  tawaran itu karena apa?”</p>
<p align="justify">“Banyak hal yang harus disiapkan,” belanya.</p>
<p align="justify">“Bisa jadi para akhwat itu gemes liat antum, yang usia sudah cukup,  penghasilan oke, secara fisik sempurna, sholeh lagi tapi masih setia  ngejomblo,” kataku.</p>
<p align="justify">“Antum harusnya beruntung ada yang dengan ikhlas datang menawarkan  diri berumah tangga. Nggak lihat tuh teman-teman antum harus jatuh  bangun menemukan jodohnya,” tambahku.</p>
<p align="justify">“Iya juga sih,” jawabnya</p>
<p align="justify">“Lain kali kalau ada yang ngelamar, jangan ditolak ya,” kataku akhirnya.</p>
<p align="justify">“Doakan ya,” pintanya serius. Aku tidak begitu yakin, entahlah  soalnya bukan sekali ini kami mendiskusikan hal yang sama walupun kali  ini temanya ia yang dilamar seorang akhwat.</p>
<p align="justify">Sumber: Di sini</p>
<p align="justify">Demikian artikelnya, mungkin yang lainnya menyusul, Insya Allah.  Silahkan berikan komentar, kita bahas sama-sama.. sekalian kepingin  tahun, emg gimana sih rasanya dilamar… <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt=":D" /> v Masya Allah ^^</p>
<p align="center">DITULIS OLEH AKHINA IFA, jazakallah…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nankvierra.web.id/fenomena-akhwat-melamar-ikhwan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEPULUH WASIAT DARI HASSAN AL-BANNA</title>
		<link>http://www.nankvierra.web.id/sepuluh-wasiat-dari-hasan-al-banna.html</link>
		<comments>http://www.nankvierra.web.id/sepuluh-wasiat-dari-hasan-al-banna.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 05:34:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nanangsya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nankviera.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[
Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walau bagaimana keadaan sekalipun.
Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-  majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam  perkara yang tiada memberi faedah.
Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.
Janganlah berte ngkar dalam apa-apa perkara sekalipun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ol style="text-align:justify;">
<li>Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walau bagaimana keadaan sekalipun.</li>
<li>Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-  majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam  perkara yang tiada memberi faedah.</li>
<li>Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.</li>
<li>Janganlah berte ngkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.</li>
<li>Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.</li>
<p><span id="more-43"></span></p>
<li>Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak  mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara.</li>
<li>Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki  oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu resmi  yang sia-sia malah menyakiti hati orang.</li>
<li>Jauhilah daripada mengumpat- umpat peribadi orang, mengecam  pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang  memberi kebajikan.</li>
<li>Berkenal-kenalanlah  dengan setiap Muslimin yang ditemui kerana asas  gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.</li>
<li>Kewajipan-kewajipan ki ta lebih banyak daripada masa yang ada pada  kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah  perlaksanaannya.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nankvierra.web.id/sepuluh-wasiat-dari-hasan-al-banna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
